Aku selalu menyambut malam dengan sejuta rencana, browsing, chatting, membaca dan menulis adalah agenda2 yang selalu melintas di kepala. Tapi kenyataannya, aku tak mudah mewujudkannya; aku tak mudah mengusir lelah dan kantuk.
Maka saat kudapati aku terbangun jam 01.00, aku langsung menyalakan komputer, mengambil air wudlu,mengerjakan sholat isya yang belum sempat aku kerjakan lalu menyisihkan waktu untuk shilat malam {sebetulnya aku tak ingin menuliskan kalimat terakhir ini, tapi setelah pikir2 kalau tulisanku dibaca orang yang biasa melakukan sholat malam, orang tersebut merasa punya teman, he he he....dan kalau orang tersebut biasa sholat malam tentu dia bersyukur karena ada manusia sepertiku yang mau berusaha bangun malam, mecoba mengikuti jejaknya( hehehe satu tahun sekali sholat malamnya kuk pake dimasukkan blog ce...?)}
Ya, aku tertidur sehabis makan malam. Aku malu......bagaimana aku menghabiskan malam yang telah kupersiapkan dengan agenda menumpuk malah kuhabiskan untuk tidur?
Setelah browsing dengan keyword yang sudah mengantri di list yang aku buat, aku coba masuk akun yahoo-ku; membaca inbox yang menumpuk dari beberapa milis yang aku ikuti, lalu aku "melihat" kawanku online dan aku menyapanya cukup lama.
Di sela2 chatting, perutku protes. Aku lapar. Aku coba membuat secangkir kopi,dan mencari2 kalau2 ada sisa makanan yang terlewatkan kemarin2. Dan ternyata aku benar, ada sebutir apel hijau(yang biasanya di warung2 di jual dg harga lima ratus perak). Alhamdulillah, laparku terobati.
Tak lam kemudian , suara azdan berkumandang. Akh...kenapa malam selalu berlalu begitu cepat?
Aku belum sempatkan sepatah kata untuk bersenandung dengan "diriku", aku belum menyapa batinku, aku belum menyusuri labirin kecilku, dimana impian2 kanak2 itu terjaga . Aku belum menyapa Ibu dan Ayahandaku tercinta dengan satu katapun yang ingin selalu ku coretan dengan huruf2 kangen dan syukur.
Dan subuh menyapaku dengan teduh, mengajak batinku untuk berhenti gaduh....Duh, duh!
Minggu, 26 Juli 2009
Kamis, 23 Juli 2009
kemana aku selama ini? kemana jejak2 yang penah aku tapakkan dalam langkah keramat malam dan semangat jiwa2 kembara yang tak pernah mati.............kemana wajah2 yang menitipkah ruh2nya pada tiap malam dengan kata2 dan bisikan mesra?
kemana bintang2 yang selalu menitipkan salam juang, angin yang hembuskan roh2 untuk berbagi kehidupan. kegelisahan yang membawaku pada gelak2 hidup paling semangat. dimana beban yang kubawa tak terasa dan jalan2ku serasa bersayap.
kemana wajah2 yang tak pernah tua dalam kata2......
wajah yang menakutkan namun memberiku berjuta ilham?
wajah yng tak pernah suwung akan senyum mesra untuk Tuhan.....do'a2 yang meluncur begitu ikhlas, dalam kerinduan yang paling awas?
DISINI, kudeklarasikan kembali aku makin tak mengerti siapa diriku, aku makin tak mengerti dimana orbit rohku kini.......
kemana bintang2 yang selalu menitipkan salam juang, angin yang hembuskan roh2 untuk berbagi kehidupan. kegelisahan yang membawaku pada gelak2 hidup paling semangat. dimana beban yang kubawa tak terasa dan jalan2ku serasa bersayap.
kemana wajah2 yang tak pernah tua dalam kata2......
wajah yang menakutkan namun memberiku berjuta ilham?
wajah yng tak pernah suwung akan senyum mesra untuk Tuhan.....do'a2 yang meluncur begitu ikhlas, dalam kerinduan yang paling awas?
DISINI, kudeklarasikan kembali aku makin tak mengerti siapa diriku, aku makin tak mengerti dimana orbit rohku kini.......
sounds without music
ada masa hening ketika hati mencari bening
ada masa hambar ketika hati tak dapat ditawar
ada kerinduan yang berarak dari tanah asing
tempat bulan bersirobok dengan sekilas bayangan
bumi tempatku tegak menyangga langkahku menyusuri rindu
bercengkraman dengan kalbu
suara-suara gila makin menggejala mendamparku makin lain saja
dan senandung ibunda beraroma airmata doa mengalun
lewat kata-kata berhuruf bisu makna olehku
aku makin tah paham,aku makin tak ma'ruf
rasanya aku ingin sembunyi saja
dimana tempatku mengikat janji dengan Rabbi
tak kusadari
atau aku memang tak mau sadar karena setiap yang kusadari
mendesak hatiku untuk berlapang dada
dimana takzim seorang anak, jika malam-malamku
tak pernah kusiapkan sebaris puisi untuk mereka
yang seharusnya kudeklamasikan
pada malam raya, dimana Dia menggoda anak-anak
dengan mimpi yang nyata
ada masa hambar ketika hati tak dapat ditawar
ada kerinduan yang berarak dari tanah asing
tempat bulan bersirobok dengan sekilas bayangan
bumi tempatku tegak menyangga langkahku menyusuri rindu
bercengkraman dengan kalbu
suara-suara gila makin menggejala mendamparku makin lain saja
dan senandung ibunda beraroma airmata doa mengalun
lewat kata-kata berhuruf bisu makna olehku
aku makin tah paham,aku makin tak ma'ruf
rasanya aku ingin sembunyi saja
dimana tempatku mengikat janji dengan Rabbi
tak kusadari
atau aku memang tak mau sadar karena setiap yang kusadari
mendesak hatiku untuk berlapang dada
dimana takzim seorang anak, jika malam-malamku
tak pernah kusiapkan sebaris puisi untuk mereka
yang seharusnya kudeklamasikan
pada malam raya, dimana Dia menggoda anak-anak
dengan mimpi yang nyata
Langganan:
Postingan (Atom)
