Minggu, 30 Agustus 2009
Setelah kurang lebih tiga bulan aku menikmti hidup terpisah dari orangtua, kesimpulanku adalah: aku bukannya semakin mandiri, tapi nampak begitu egois. Jika dirumah aku ikut ambil bagian dalam pekerjaan domestik maupun profit. Berpisah dengan orangtua, aku hanya memikirkan diriku dan mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan kepentinganku saja.
Selasa, 18 Agustus 2009
17 Agustus
17 Agustus tidak hanya hari ketika sang saka merah putih ditegakkan dimana-mana. 17 Agustus tidak hanya hari ketika banyak perlombaan dan hiburan diadakan.
17 Agustus tidak hanya hari ketika lagu-lagu kebangsaan dikumandangkan dimana-mana. 17 Agustus adalah juga hari kita menemukan momentum untuk meraih semangat hidup merdeka, semangat juang untuk bebas dari imperialisme dalam bentuk apapun.
Bebas untuk merasakan nikmatnya perjuangan...serta bebas untuk menjadi pewaris perjuangan dalam bentuk yang relevan.....Imam Gozali berkata ''susah payah adalah kenikmatan ketika kita telah melewatinya''.
Jika para pahlawan telah merasakan kenikmataan itu...kenapa kita tidak sudi bersusah payah untuk kita nikmati prosesnya kelak?!
17 Agustus tidak hanya hari ketika lagu-lagu kebangsaan dikumandangkan dimana-mana. 17 Agustus adalah juga hari kita menemukan momentum untuk meraih semangat hidup merdeka, semangat juang untuk bebas dari imperialisme dalam bentuk apapun.
Bebas untuk merasakan nikmatnya perjuangan...serta bebas untuk menjadi pewaris perjuangan dalam bentuk yang relevan.....Imam Gozali berkata ''susah payah adalah kenikmatan ketika kita telah melewatinya''.
Jika para pahlawan telah merasakan kenikmataan itu...kenapa kita tidak sudi bersusah payah untuk kita nikmati prosesnya kelak?!
Minggu, 02 Agustus 2009
Setelah aku b'syahadat dg ayah-bunda.
Aku tak tega terus menerus mengabaikan lorong waktu yg t'cipta pd cabang2 pikir dan mentalku.
Suara2 yg terus menggema di kepala. Narasi yg meletup2 tiap jeda istirah segala resah.
Hawa rahim bunda yg mengisi pagi dg pijar impian. Pundak ayahanda memikul semesta kecil anak2nya.
Tak kubiarkan simpul2 dan jaring2 hidupku pasrah pd pencapain atas nama drama penuh festival.
Rahsa itu akan selalu aku simpan...
Aku tak tega terus menerus mengabaikan lorong waktu yg t'cipta pd cabang2 pikir dan mentalku.
Suara2 yg terus menggema di kepala. Narasi yg meletup2 tiap jeda istirah segala resah.
Hawa rahim bunda yg mengisi pagi dg pijar impian. Pundak ayahanda memikul semesta kecil anak2nya.
Tak kubiarkan simpul2 dan jaring2 hidupku pasrah pd pencapain atas nama drama penuh festival.
Rahsa itu akan selalu aku simpan...
Langganan:
Postingan (Atom)
