Jumat, 24 April 2026

Kopi

 Berapa banyak konsep yang tersimpan dan berapa banyak pikiran yang berantakan. Berapa banyak syaraf yang hibernasi dan nyaris mati suri dan berapa banyak ingatan yang sudah usang bahkan hilang. Berapa banyak kata-kata yang hilang dan berapa banyak kebenaran yang pergi. Berapa banyak hati yang terluka dan berapa keriangan yang telah didapatkan cuma-cuma. Berapa banyak air mata yang menetes sia-sia dan berapa bbanyak tawa nyata dan palsu saling berlomba mengisi dan mengganti satu satu lainnya. berapa banyak prinsip yang tanggap dan berapa banyak hasrat dan nafsu yang berlagak menggantikannya. Berapa banyak rasa yang dilupakan dan berapa banyak ikatan yang dibiarkan terurai, lalu lepas atau putus begitu saja. Berapa banyak kebobrokan yang sudah menggantikan keteguhan dan berapa banyak hal-hal ideal yang menjadi sangat biasa dan hambar. Bearap banyak kata dan pikiran yang kini tak berdaya lagi. lesu, lumpuh dan impoten. Berapa nafsu yang tumbuh dengan girang dan kemudian diidolakan hati dan pikiran karena tampil seperti prinsip dan keteguhan. 

Berapa banyak pemikiran yang hilang dan tidak berkembang, sementara Tuhan memberi kita perangkat untuk terus mengembangkannya agar kita tidak terlalu terjebak dalam kesibukan eksternal yang datang dari impulsif dari lingkungan dan bukan dari dalam diri kita? atau, paling tidak, pada saat kita terlalu kalah dalam perlombaan duniawi kita masih memiliki keterhubungan dengan jiwa ataupun ruh kita sediri.

Di dunia yang sangat sibuk dan ramai ini, kesunyian tampak seperti cela yang tidak bisa kita hadapi, lalu lahirlah pelarian-pelarian yang sangat mendebarkan dan membikin kita ketagihan. Saya, kamu, atau kita tentu sangat mengenal jenis candu ini. 

Arsip Blog

Cari Blog Ini