Senin, 04 Maret 2013

Pelajaran 2


mana batas dimana kita tangkap gejala
dimana kita pecahkan tanda
membalur ngeri pada sekujur karaguan

aku heran pada diri
ketika kubayangkan wajahmu
dengan senyum malu-malu
tak lagi tergores rona biru

di antara kertas- kertasku ada sebuah panggilan
yang membuat segala suara tercekam
dan hanya gerutu yang mencoba tepiskan kegentaran
suatu permintaan menjengkelkan
kalau tak dikabulkan aku bisa disetankan

tentu saja  aku takut membayangkan bui
atau ditanyai petugas berseragam coklat gradasi
hanya karena aku menolak membungkuk
agar anganku sepadan dengan harapan penguasa korup

Tuhan, pasti ini salah alamat
bagaimana segala yang kami kerjakan dan harapkan
musti diuji kembali setelah terang kami menolak dibeli?

dan soal dirimu dan hidupku
terlalu berlainan untuk dikait-kaitkan

Arsip Blog

Cari Blog Ini